Rimba S, Saya Kembali

29 08 2010

Dan saya kemudian masuk ke dalam rimba S
setelah lari dari rawa T.
Dan saya merasa senang, bebas, mantap.
Di sinilah saya bisa berkelana lepas.

Ringan kaki saya menjelajah rimba S.
Daun-daun, pohon, akar, semak belukar,
kunang-kunang, peri pohon, singa, harimau, kuna nil,
rusa, badak, simpanse, kancil, buaya, dan kodok.
Kami semua satu jiwa.

Udara, angin, matahari, buah semua tersedia.
Saya hanya perlu menjaganya dan mereka akan ada buat saya.
Tak ada rasa takut, cemas, dan tak percaya
karena kami semua satu jiwa.

Saya hidup bagai Tarzan di dalam rimba sana.
Singa jadi Raja dan saya panglimanya.
Tanah lantai saya dan langit atap saya.
Dan saya bermain-main dengan penuh suka cita.

Tapi tiba-tiba saya tersesat dan terlempar keluar,
masuk ke dalam sebuah dusun bernama K.
Begitu beda suasananya dan materialisme merajainya.
Dan saya begitu terdampar, terpojok, dan tenggelam dalam kelamnya.

Dan saya lupa jalan kembali ke rimba S
bahkan saya hampir amnesia pernah tinggal di sana.
Kenangan memudar, kesenangan menghilang.
Serasa ada yang hilang tapi otak saya masih kolaps.

Hingga kemudian saya sadar saya punya tanggungan
harus saya selesaikan demi masa depan yang tak terbayangkan.
Lalu muncul bayangan rimba S.
Samar, saya hampir tak menyadarinya.

Lalu datanglah dia, sang peri hutan berparas tegas
bagai seorang utusan dia menunjukkan pintu yang nyaris terlupakan.
Dia membimbing saya jalan kembali ke rimba S
tempat saya bisa menemukan jiwa saya yang sebenarnya.

Hingga akhirnya saya kembali berada di rimba ini.
Berlari-lari penuh percaya diri dan menari menanggalkan segala alas kaki.
Kembali mengumpulkan kulit-kulit pohon berbau wangi dan mandi sinar bulan dan mentari.
Menari.. bersama sang peri.

Namun saya bukan golongan peri.
Peri akan selalu kembali, ke kelompok mereka sendiri.
Pun sang peri hutan berparas tegas itu.
Dan mau tak mau saya pun ditinggal pergi.

Tapi saya sudah kembali
di rimba S penakluk hati.
Tak peduli saya meski tak ada peri pemberi perih
pastinya saya sudah ada di sini lagi.

Berlari menari melangkahkan kaki dan memutar jari jemari.
Daun-daun, pohon, semak belukar,
ngengat, akar, kepik, antelop, dan centaurus.
Mari membentuk lingkaran, karena kita satu jiwa.


Actions

Information

One response

29 08 2010
Tweets that mention Rimba S, Saya Kembali « Blognya Nophindahoz -- Topsy.com

[…] This post was mentioned on Twitter by noviana indah, noviana indah. noviana indah said: Rimba S, Saya Kembali: Dan saya kemudian masuk ke dalam rimba S setelah lari dari rawa T. Dan saya merasa senang, … http://bit.ly/bLWYDi […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: