When There’s No Pain There’s No Gain!!

17 02 2010

Baegla! Mulai kemarin, tepat hari Senin, tanggal 15 Februari 2010, tepat juga dengan hari ulang tahun Bapak saya yang ke-55, saya memulai sebuah kehidupan yang baru #halah #lebay. Tidak! Bukan! Saya tidak lebay dan tidak juga ber-halah-dalahan. Namun semua ini saya lakukan atas dasar pemikiran yang sering kali saya tidak lakukan. Hahaha.. bukaaan… bukan karena saya tidak punya otak atau punya tapi tidak menggunakannya, tapi kali ini saya benar-benar berpikir keras dan lama, sampai akhirnya saya memutuskannya. Hadah, jane opo se? Mbulet ae kah.

Sebenarnya semua bermula dari skripsi. Saya ingat di suatu masa saat masih muda, naif, dan idealis dulu, saya bilang, “Kuliah Sastra Inggris ini harus kuselesekan selama 4 taun pas! Lek perlu tiga setengah taun aku wes slese, secara Sastra kan kuliahe rodok gampang!”

Gampang pala lu peyang Pek! Wakakaka… Semua yang kelihatannya emang pasti terasa gampang. Sastra, yang tanpa menghitung logaritma seperti Matematika dan tanpa memecahkan rumus rumit seperti Fisika ataupun membuat reaksi seperti Kimia, atau yang lain sebagainya. Tapi semuanya punya kemudahan dan kerumitan sendiri-sendiri. Matematika malah kadang terasa lebih mudah daripada sastra saat segalanya bisa diselesaikan dengan rumus pasti sementara sastra harus meraba-raba karena landasan yang digunakan pun meraba-raba.

Stop! Berhenti sampai di sini membanding-bandingkan. Kembali lagi ke kalimatku sebelumnya, semuanya ada kemudahan dan kerumitan sendiri-sendiri. Hmm.. nanananana….

Balik ke skripsi.. akhirnya toh aku gag lulus-lulus dan skripsiku tertunda sampai dua tahun! WTF! Ya ya ya.. memang saya malas.. memang saya menggampangkan. Akhirnya otak saya semakin tumpul dengan teori-teori kesusasteraan yang sempat saya pelajari selama bersemester-semester ituh.. huh!

Akhirnya, saya sudah semester 12, enam tahun sodara-sodara! Dengan perjalanan yang gag tersendat dari semester satu sampai semester delapan terhentinya cuma di SKRIPSI! SKRIPSI sodara-sodara! Nyumpek-nyumpeki ae kah! Kenapa sih di dunia ini harus ada yang namanya skripsi sebagai syarat kelulusan?? Nggak bergunakah nilai-nilai tugas-tugasku yang dahuluuu?? Huhuhuhu,, saya sampai desperate karena memang sejak SMA saya tidak suka dengan apa yang namanya KARYA TULIS ILMIAH.. saya suka MENULIS BEBAS… huhuhuuu..

Dan semester sembilan, sepuluh, sebelas, sampai dua belas.. skripsi saya belum selesai-selesai juga.. dua tahun rek! Lapo ae akuuu???

Tidak! Saya tidak boleh begini terus! Saya harus bangkit dan menyelesaikan apa yang harus saya selesaikan! Itu tugas saya, beban saya, kewajiban saya. Saya harus lulus di semester dua belas ini dan mendapatkan gelar Sarjana Sastra. Betapa indahnya nama saya: Noviana Indah TW, S.S. OMG.. tahun ini saya sudah harus WISUDA!!

Karenanya, saya pun memutuskan untuk pindah shift malam di kantor saya. Tepatnya sih shift sore karena bekerja mulai jam empat sore sampai jam satu pagi keesokan harinya. Sabtu – Minggu libur saat tidak mendapatkan piket. Tujuannya adalah agar saya bisa ke kampus dan bertemu dengan dosen di pagi harinya. Saya benar-benar akan niat sekarang, benar!

Banyak yang harus saya korbankan untuk ini. Saya meninggalkan kebiasaan lama saya, bekerja di pagi hari istirahat di malam hari (yang sebenarnya juga gag istirahat¬≤ bener.. hehe), my comfy zone alias kamarku tercinta, rumahku tercinta, emak bapakkuuuu, adikkuuu di rumah karena aku harus ngekos (T_T hiks lapeeer), meninggalkan teman-teman kerja yang still masuk pagi (Mbak Boo, Mbak Rita, Cece, Atha, Alay (alias Dendy yang saya tambahkan setelah ada komentar protes di bawah ini.. wkwkwk) de es beeeee, i couldnt mention satu persatu).. Hah.. karena saya anak manja, yang ke mana-mana masih selalu teriak-teriak, “Buuuuk Ibuuuuk!!” saya jadi kepengen nangis saat sendirian gini.. Hiks.. Ibuuuuuk.. kangeeeen… T_T Mana kemaren belum sempet ngucapin met ultah lagi ke Bapak.. uwaaaaa….. T_T<

Ah sudah! Sudah! saya harus bisa!! Ini demi masa depan saya! Saya harus lulus dan wisuda! Karena banyak yang saya rencanakan setelah itu yang hanya bisa dilakukan saat saya memang sudah lulus! Jadi saya harus semangat! Semangat! Dan sekali lagi, SEMANGAT!!!


Actions

Information

4 responses

17 02 2010
dg

jenengku ra mbok sebut to Lay? wuuuwww ra kangen aku? awas koen Lay

17 02 2010
nophindahoz

udah itu looooh ,,, hehehehe ^^

25 02 2010
Gusti Suneko

KUEREEEEEEEEEEEEEN! Aku ampe tergetar membacanya… halah! Studi setiap orang itu ternyata ceritanya macem2 ya. Hhh ntar skripsi enaknya ngapain ya??? (jujur akhir2 ni rasanya pingin kabur dari pendidikan trus ke sastra…huahahahaha)

27 02 2010
nophindahoz

hahahaa.. iya lah… semua studi itu sama, gag ada yang lebih sulit dan lebih gampang, tergantung yang menjalani lah.. cuma kadang emang manusia itu kecenderungannya memandang remeh yang dijalani orang lain.. hahaha.. kalau sastra pokoknya skripsinya lebih ke yang berfantasiii dan berangan2.. kalau pendidikan lebih ke mengolah data *setauku loo*.. jadi yaaa gitu deh… ahahaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: