Pura² Jadi Tuhan

6 12 2009

Paramore indeed rocks!!

Pertama kali ngerti Paramore sebenernya nggak seberapa keren sih. Pas itu di kantor aku suka banget dengerin LaunchCast Radio Yahoo! Messanger. Di situ aku suka milih genre emo dan sering dapet lagunya Paramore yang Crush Crush Crush.

Nah, sejak saat itu aku langsung jatuh cinta ama bandnya Haylie Williams ini. Langsung akhirnya bisa dapet lagunya yang Misery Business sama My Heart. Dan gobloknya aku, ternyata template yang kupake di Friendster-ku yang judulnya Riot! Riot! ternyata adalah judul albumnya si Paramore. Hehehe… kebetulan yang konyol.

Hingga akhirnya Paramore jadi semakin tenar karena ngisi soundtrack-nya TWILIGHT dengan lagu Decode dan I Caught My Self-nya. Entahlah, pokoknya aku suka.

Dan albumnya yang terbaru, BRAND NEW EYES, damn sooooo wonderful! Single pertamanya, Ignorance, duh bener² mancep di otak,, nggak musik, nggak lirik. Mak nyus kabeh deh! Decode juga ada di album ini.

Trus, selain Ignorance, aku suka The Only Exception ama Playing God. Yeah, yang Playing God ini bloody cool. Check the lyrics.. dan resapi deh.. keren!

Playing God

translated by Noph

Aku nggak boleh bikin keputusanku sendiri, atau membuatnya dengan tepat
Well, mungkin kamu kudu mengikatku jadi aku nggak bisa pergi ke tempat yang nggak kamu inginkan
Kamu bilang aku udah berubah, bukan cuma bertambah tua
Yeah, masak kayak gitu itu logis?
Terusin aja menjejali segala pemikiranmu untuk kutelan mentah-mentah

PARAMORE ROCKS!

♥ dis band

Kamu nggak perlu percaya padaku
Tapi percayalah pada caraku melihatnya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku
Aku bakal membalasnya
Dan mematahkannya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku, aku bakal kasih cermin di depan wajahmu

Kalau kamu pengen main pura-pura jadi Tuhan
Well, kita kudu lebih kenal satu sama lain
Soalnya pasti amat sepi menjadi satu-satunya orang yang suci
Itu memang cuma pendapat sederhanaku, tapi ya itu yang aku percayai
Rasanya kamu nggak perlu sebuah sudut pandang kalau satu-satunya hal yang kamu lihat adalah dirimu sendiri.

Kamu nggak perlu percaya padaku
Tapi percayalah pada caraku melihatnya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku
Aku bakal membalasnya
Dan mematahkannya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku, bakal kutunjukin cermin di depan matamu

Ini adalah kesempatan kedua yang terakhir
(Bakal kutunjukin cermin di depan matamu)
Rasanya lebih baik, tapi aku cuma ngerasain separuhnya doang
(Bakal kutunjukin cermin di depan matamu)
Aku ada di dua sisi pagar yang berseberangan
(Bakal kutunjukin cermin di depan matamu)
Tanpa ada tanda² penyesalan, aku akan kasih itu terus padamu

Aku tahu kamu nggak percaya padaku
Tapi percayalah pada caraku melihatnya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku
Aku bakal membalasnya
Dan mematahkannya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku, bakal kutunjukin cermin di depan matamu

Aku tahu kamu nggak bakal percaya padaku
Tapi percayalah pada caraku melihatnya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku
Aku bakal membalasnya
Dan mematahkannya
Lain kali waktu kamu mengacungkan jari padaku, bakal kutunjukin cermin di depan matamu


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: