Evan Brimob, Piye Kabare Dab?

8 11 2009

Evan Brimob, Piye Kabare Dab?

Kamis kemaren, gag ada hujan gag ada angin, tiba² aja nama Evan Brimob jadi bahan pembicaraan di dunia maya. Bukan.. si Evan bukan artis baru yang gantengnya ngalah-ngalahin si Andhika Pratama (sori rek, ini penilaian subyektif. Aku cuinta ambek Andhika, ngguanteng e :P). Si Evan juga bukan guru les seksi yang bikin bolak balik nelen ludah (itu mah si Sarah Aprillia kalii). Lagian, Evan juga terkenalnya bukan karena prestasinya incredible dan pencapaiannya spectacular. Tapi, si Evan ini terkenal gara² mulutnya yang kek harimau.. bahasa tetangga jauh (alias Inggris) sih INFAMOUS.

Awalnya sih ‘cuma’ karena kerjaan orang-orang sekarang, PASANG STATUS FACEBOOK, sebuah kerjaan gag penting yang akhirnya menjadi kebiasaan yang terasa kurang sreg jika tidak dilakukan. Celakanya, si Evan ini kurang hati-hati dalam menuliskan statusnya. Jadi sebenernya, untuk kasus Evan ini, bukan Mulutmu Harimaumu yang pas, tapi Tulisanmu Harimaumu, atau lebih pasnya lagi Status Fesbukmu Harimaumu.

Bermula dari Kasus Penyelewengan Wewenang di KPK yang menyeret Chandra dan Bibit yang menimbulkan gelombang dukungan untuk kedua orang itu dan muncullah CICAK (Cinta Indonesia Cinta Anti Korupsi atau Cintai Indonesia Cintai KPK [mana yang betul ya?]) yang memberikan 100% dukungan mereka pada KPK. Sampai akhirnya timbul istilah Cicak vs Buaya di mana cicak merepresentasikan para pendukung KPK (Chandra – Bibit) dan buaya mempresentasikan Polisi.

Mungkin karena gerah banyak yang mencibir kinerja Polisi yang terlihat tidak memihak ke-antikorupsian tersebut, akhirnya muncullah si Evan Brimob ini. Dengan segala kekesalannya, dia menulis status ini di akun fesbuknya. (Status halaman 2, halaman 3, halaman 4)

Okelah, saat aku pertama kali ngebaca tuh status, aku mungkin akan berpikir, ‘Iya sih, Polisi juga manusia kan.. Pasti dia sebel profesinya dicibir-cibir terus.’ But wait! Akhirnya aku jadi bener-bener panas saat ngliat lanjutannya. Pan ada yang komen tuh di status yang menggatelkan tangan untuk mengomen itu. Laa.. dan di situ Evan bener-bener bikin tangan gatel buat nonjok! (Tonjok Evan di sini deh, lumayan buat pelampiasan hehehe)

Gimana enggak. Dari jawaban-jawaban si Evan di dalam komentar status itu, kelihatan sekali kalau dia bener-bener arogan sodara-sodara. Dan semakin dia merespon komentar, semakin dia keliatan bodoh dungu dan goblok.

Dan dia gag sadar betapa kuatnya massa di dunia maya dan kuasa dunia maya untuk bikin dia hancur berantakan. Ya karena nantang, akhirnya dia pantes dapetin ini deh.. huwakakaka… Yang mana keknya boljug bwad masuk MURI, soalnya cuma sehari aja udah bisa tembus 20 rebu fans lebih!!

Nggak berhenti sampe situ aja. Banyak juga yang ngelaporin kelakuan Evan di fans page Brimob dan situs resmi Polri di bagian Buku Tamu-nya. Wes pokoknya Evan langsung jadi infamous internet celebrity deh! Sampai-sampai Pak Boediono lo juga nanyain dia di akun Twitter-nya. (Wah, tapi pas kucari lagi, nampaknya tweet yang bilang ‘Siapa si Evan ini?’ itu udah diapus.. :()

What a fesbuk status! Itulah kalau nggak ati-ati ngomong (atau nulis), nggak dipikir dulu, cuma nurutin ego aja, terlalu bangga ama profesi, yang akhirnya malah bikin dia ditertawakan, dibodo-bodoin, dicerca, bahkan dimaki-maki seluruh bangsa. Saaken jane nasibmu Le, Le.. tapi yo cek kapok.. huehehehe…

Apalagi lek wes dipanggil atasan dan diperiksa. Kabarnya pun dia udah minta maaf. Tapi, kok tiba-tiba aja beritanya udah nggak ada lagi ya..? Evan, piye kabarmu dab??

UPDATE: Kabar terakhir tentang Evan: Dia membantah pernah nulis di fesbuk.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: