We Are What We Think We Are

1 04 2009

Kadang-kadang aku bertanya, kenapa hidup kok nggak pernah bisa lepas dari kertas tipis tapi berharga yang dinamakan uang (walau ada bermacam juga sih bentuknya, nggak cuma kertas doang).

Semuanya semakin lama semakin langka dan butuh kertas berharga itu. Akhirnya kerjapun nggak cuma satu, demi mencukupi kebutuhan dan atau gaya hidup juga, kerja jadi didobel-dobel. Alasannya, apalagi kalau bukan cari sampingan alias penghasilan tambahan. Dan tiba-tiba bisnis MLM pun bermunculan.

Dari mulut ke mulut sampai iklan atau promosi di berbagai media dengan mengangkat bendera ‘kerja part time,’ tentu saja banyak yang tergiur.

Apalagi yang memang hanya punya sedikit waktu luang untuk mencari tambahan pundi-pundi, kata-kata ‘bekerja tanpa menghabiskan waktu’, ‘dikerjakan di rumah’, dan ‘penghasilan tanpa batas’ nampaknya menjadi senjata ampuh bisnis satu ini.

Tapi sebenarnya hanya ada satu hal yang perlu diperhatikan. Bahwa life is a matter of choice. Kita bebas memilih, mau jadi sukses atau enggak. We are what we think we are.

Kalau kita berpikir bahwa kita sukses, berarti kita pasti sukses. And I choose to be success. Tak perlu sak deg sak nyet melakukan bisnis MLM atau apapun itu. Entah bagaimana jalannya, orang yang memilih untuk sukses pasti akan mendapatkan jalannya menuju tujuan mereka itu.


Actions

Information

4 responses

6 04 2009
avizenazen

stuju pek
chayo…chayo

6 04 2009
nophindahoz

chayo viii!!!

8 04 2009
mila

setujuuuu….

8 04 2009
nophindahoz

semangaadh.. Yes You Can!! hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: