The Slumdog Millionaire

1 03 2009

Apa yang akan terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “film India”? Rahul – Anjeli? Joget-joget, nari-nari, puter-puter? Nyanyi-nyanyi? Inspektur korup? Penjahat yang gampang mati sementara si lakon yang udah ketembak berapa kali pun gag mati-mati? Sahrukh Khan, Amitabh Bachchan, Rani Mukherjee, Kajol, Aiswarya Rai? Kuch Kuch Hota Hai? Bajaj? Sungai Gangga dan cinta yang pasti menang?

Mungkin saja karena waktu jaman film India lagi booming, hmmm… ya begitu itulah tema yang banyak beredar. Walau tak bisa dipungkiri aku juga suka Kuch Kuch Hota Hai, Mohabbatein, Kabhi Kushi Kabhi Hum, Kal Ho Na Ho, sampai yang terakhir aku nonton Kabhi Alvida Na Kehna yang udah nggak seberapa bagus menurutku. Lalu saat film India sepertinya sudah sampai pada titik jenuhnya, muncul film Slumdog Millionaire, yang tak dinyana begitu sensasionalnya sampai memboyong delapan penghargaan bergengsi di ajang Academy Awards ke-81 alias Oscar 2009, 22 Februari 2009 kemarin.

Aku baru nonton Slumdog H-1 perhelatan besar Oscar itu, dan aku benar-benar terkesan. Nggak salah deh kalau tuh film bener-bener jadi film terbaik 2008.

Ceritanya sendiri berpusat pada Jamal, seorang anak India miskin yang jalan kehidupannya amat membuat merinding, penuh petualangan, kekerasan, slumdog..

Jamal yang mengikuti kuis Who Wants to be a Millionaire versi India dianggap curang karena bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Jamal dibawa ke kantor polisi dan terungkap biadabnya perlakuan polisi India (atau mungkin juga di negara2 lain yang belum terungkap) untuk membuat (atau memaksa?) Jamal mengaku bahwa dia memang berbuat curang.

Namun di situlah terungkap sketsa-sketsa hidup Jamal yang membuatnya bisa mengetahui jawaban setiap pertanyaan yang diberikan padanya. Bagaimana dia tinggal dengan ibunya dan kakaknya, Salim, di daerah kumuh India (yang tak pernah ditunjukkan film-film cantik penuh cinta khas Bollywood) hingga suatu hari daerah itu diserang oleh kelompok Hindu (ingat2 sejarah India saat ada clash antara kaum Muslim dan Hindu, kebetulan Jamal dan keluarga adalah orang Muslim) dan menewaskan ibunya. Bagaimana dia akhirnya menjadi gelandangan pemungut sampah bersama Salim dan Latika, wanita yang selalu dicintainya, dan dipungut oleh ‘dewa penolong’ yang ternyata sekejam iblis. Bagaimana dia terpisah dengan Latika, bertemu lagi, lalu kemudian terpisah lagi, dan bertemu lagi. Dan bagaimana-bagaimana yang lain yang kemudian membuat Jamal berhasil memenangkan 2 miliar rupee dan bersatu dengan Latika.

Tetap soal cinta, namun konflik dan perjalanan yang mereka lalui, membuka realita kehidupan India, perkampungan kumuh, tempat cuci massal, pembunuhan karakter dengan uang, wanita, uang, uang, uang, polisi, uang, uang, uang, pencurian, copet, uang, uang, uang, kepalsuan, usaha menaikkan rating, uang, uang, uang…. Hingga akhirnya ditutup dengan lagu terbaik pilihan juri Oscar 2009: Jai Ho.

But one thing 4 sure, nggak bakal rugi nonton film besutan Danny Boyle ini. Satu, menambah pengetahuan. Dua, bisa hati2 kalau mau pergi ke India, jangan ketipu ama film khas Bollywood-nya deh. Tiga, sadar bahwa manusia itu harusnya dinamakan Homo Economicus, bukan Homo Erectus (karena ternyata uang memang berkuasa.. ah ngomongin uang bisa panjang). Empat, kamu bisa cari sendiri kalau udah nonton film yang bikin Dev Patel dan Freida Pinto jadi tenar di Hollywood dan bikin pemeran Jamal dan Latika cilik punya rumah ini.


Actions

Information

6 responses

5 03 2009
uswah

he eh. iyo. nih film bagus pek. tapi, Bolliwood will always be Bolliwood. tetep ada nyanyinya, n jogetnya. awale tak pikir… “wah, gebrakan baru neh, india tanpa india (baca:joget + nyanyi). eh, la kok di akhir2 si Jamal gemulai kali jogete…

5 03 2009
nophindahoz

hahaha… memang wah.. yang namanya film India pasti gag afdol tanpa joget2 dan nyanyi2.. tapi masih nyambung juga si, soalnya joget2nya itu menunjukkan kegembiraan mereka hehehehe.. gag moro2 mecungul di tengah2 cerita membuat bingung. but afterall, aku suka banged film ini, dua jempol deh.

5 03 2009
zoel

Apa yang akan terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “film India”?
“nyanyi sambil kejar-kejaran di taman, (yg jelas bukan nyanyi di “hepipapi” hehehe…” =P

5 03 2009
nophindahoz

hiks.. gag jadi karawoke..

6 04 2009
avizenazen

belum nonton….jarang nonton hiks

6 04 2009
nophindahoz

u should watch dis vi.. ayo tonton viii.. keyeeenz.. gag bakal nyesel!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: